Senin, 09 Maret 2009

HOT INFO

HATI-HATI !! / BACA TERM & USERNYA FACE BOOK DULU
Pada beberapa seminar yang saya bawakan, saya selalu
menyampaikan masalah ketidakmauan pengguna membaca End User
License agreement / Term of use sebuah produk baik software
gratis, berbayar maupun layanan gratis di internet seperti
ymail, gmail (email); Friendster dan yang terakhir booming
Facebook sebelum menggunakan produk/layanan tersebut.
Kemudian seorang teman di milis yang 'iseng'
membaca term of use dari layanan Facebook baru menyadari
'bahaya' yang ditimbulkan kemudian hari:
Beberapa waktu yang lalu saya iseng-iseng baca term of
use-nya Facebook, dan saya cukup kaget dengan apa isi bagian
yang saya baca. Bila anda punya account Facebook dan pernah
upload gambar, maka anda telah setuju dan menandatangani
kontrak (secara digital tentunya), untuk setuju dengan apa
yang dituliskan di dalam perjanjian dengan facebook. Siapa
dari anda yg pernah baca bagian yang panjang dan kadang
menyesatkan ini??. Langsung aja, tepatnya di bagian: User
Content Posted on the Site di paragraf yang kedua, isinya
sebagai berikut:
"When you post User Content to the Site, you authorize
and direct us to make such copies thereof as we deem
necessary in order to facilitate the posting and storage of
the User Content on the Site. By posting User Content to any
part of the Site, you automatically grant, and you represent
and warrant that you have the right to grant, to the
Company an irrevocable, perpetual, non-exclusive,
transferable, fully paid, worldwide license (with the right
to sublicense) to use, copy, publicly perform, publicly
display, reformat, translate, excerpt (in whole or in part)
and distribute such User Content for any purpose,
commercial, advertising, or otherwise, on or in connection
with the Site or the promotion thereof, to prepare
derivative works
of, or incorporate into other works, such User Content, and
to grant and authorize sublicenses of the foregoing. You may
remove your User Content from the Site at any time. If you
choose to remove your User Content, the license granted
above will automatically expire, however you acknowledge
that the Company may retain archived copies of your User
Content. Facebook does not assert any ownership over your
User Content; rather, as
between us and you, subject to the rights granted to us in
these Terms, you retain full ownership of all of your User
Content and any intellectual property rights or other
proprietary rights associated with your User Content."
Kurang lebih intinya adalah: "Saat anda posting
sesuatu baik gambar atau apapun ke facebook, maka anda
mengizinkan facebook untuk mengcopy untuk tujuan apapun.
Dengan memposting sesuatu ke facebook maka secara otomatis
anda telah memberikannya kepada facebook
dimana, tidak dapat ditarik kembali, terus menerus, non
eksklusif, dapat dipindahtangankan, dianggap lunas, utk
dipergunakan dimanapun diseluruh dunia, untuk dicopy,
ditampilkan pada publik, reformat, dikutip (seluruhnya atau
sebagian) dan didistribusikan untuk tujuan apapun, secara
komersial, iklan, dsb. Jika anda memutuskan untuk
menghapusnya, facebook dapat menyimpan copynya dan
mempergunakannya untuk tujuan
apapun."
Apakah anda siap memberikan foto-foto atau apapun yang anda
posting untuk digunakan demi tujuan apa saja oleh facebook??
Sudahkah anda membaca "perjanjian" yang disediakan
oleh layanan gratis lainnya yang anda gunakan seperti email
di yahoo dan gmail?
(Penulis: CAHYO DARUJATI Solution Architech Ronar.Net,
email cahyo@ronar. net)

HATI - HATI BILA MEMASANG PROFIL DAN DATA PRIBADI DI FACEBOOK

Kasus


Tulisan ini sengaja saya buat dan saya titipkan ke detikINET, karena ada satu kasus yang langsung menimpa salah satu mahasiswi saya di sebuah perguruan tinggi swasta tempat saya mengajar. Si mahasiswi tersebut belum lama berselang mengadukan kisahnya kepada saya bahwa hampir tiap saat dirinya melalui ponsel dihubungi orang yang tidak dikenal, bahkan di tengah malam sekalipun.

Setelah saya gali informasi lebih lanjut, ternyata saya temukan bahwa data dirinya di Facebook, entah oleh siapa, di-copy dan dijadikan sebuah blog di Blogspot.com. Blog tersebut seolah-olah dikelola langsung oleh si mahasiswi tersebut. Inilah yang disebut dengan kasus 'impersonation'

Bahkan si pelaku (impersonator), memindahkan sebagian foto-foto si mahasiswi tadi dari Facebook ke sebuah situs penyimpanan foto gratisan, imageshack.us. Isi blog tersebut, cenderung berupa pencemaran nama baik dan melecehkan martabatnyat sebagai wanita.

Celakanya lagi, di blog tersebut dicantumkan pula nomor ponsel yang sehari-hari digunakan oleh mahasiswi tersebut. Maka, hampir tiap saat dia harus menjelaskan bahwa dirinya bukanlah seperti apa yang tertulis di blog pada setiap penelpon yang masuk.


Penyelesaian

Kasus ini agak rumit, karena tempat si impersonator meletakkan data-data dan foto-fotonya berada di luar ranah Indonesia. Tetapi upaya tetap harus dilakukan. Di blogspot.com atau blogger.com, ada fasilitas untuk melakukan 'flag blog', dengan pilihan 'impersonation' . Kita harus meng-attached hasil scan KTP atau SIM yang dapat membuktikan bahwa kita adalah korban dari pelaku impersonation.

Setelah kita men-submit, maka kita tinggal menunggu keputusan dari pengelola layanan blog tersebut untuk mencabut atau menghapus alamat blog yang menjadi keberatan kita.

Pun setali tiga uang dengan foto-foto yang terlanjur tersimpan di imageshack. Ada fitur untuk melaporkan dan meminta penghapusan foto-foto yang kita anggap materi berhak cipta, mengandung unsur pornografi ataupun kekerasan. Asumsinya, foto yang diambil dari akun Facebook kita tanpa seijin kita, adalah foto yang melanggar hak cipta.

Pencegahan

Agar kasus tersebut tidak terulang kepada siapapun, maka ada baiknya langkah-langkah pencegahan berikut ini bisa dijalankan ketika di dunia Facebook:

1). Jangan terlalu lengkap memasang profil atau data diri di Facebook. Tentunya semakin lengkap profil/data diri terpasang, semakin mudah mendapatkan teman. Tetapi di sisi lain, semakin beresiko pula data diri kita disalah-gunakan (abused)

2). Jangan memasang foto-foto diri Anda yang sekiranya Anda sendiri tidak akan merasa nyaman apabila foto tersebut tersebarluaskan secara bebas. Ingatlah, walau foto tersebut "hanya" diposting di akun Facebook Anda, sebenarnya itu sama saja dengan menyebarlukaskan foto tersebut ke publik. Sekali terposting dan tersebar, maka sangat sulit (dan nyaris mustahil) Anda bisa mencabut foto Anda dari Internet. Maka, selektiflah dalam berpose dan memposting foto Anda.

3). Jangan sembarangan 'add friend' atau melakukan approval atas permintaan seseorang untuk menjadi teman Anda. Cara memilah dan memilihnya mudah, yaitu lihat saja berapa jumlah "mutual friends" antara Anda dengan seseorang tersebut. Semakin sedikit "mutual friends"-nya, berarti semakin sedikit teman-teman Anda yang kenal dengan dirinya, yang berarti semakin beresiko tinggi. Pastikan Anda hanya menerima "pertemanan" yang "mutual friends"-nya cukup banyak.

4). Jangan sembarangan menerima tag photo. Bolehlah kita "banci tagging", tetapi berupayalah lebih selektif. Artinya, sekali Anda terjun ke Facebook, rajin-rajinlah memeriksa "keadaan sekeliling". Karena kita kadang menemukan foto diri kita yang di-upload dan di-tag oleh orang lain, padahal kita tidak suka foto tersebut disebarluaskan. Segera saja kita "untag" diri kita dari foto tersebut dan kalau perlu minta teman kita yang melakukan upload foto tersebut untuk mencabutnya.

5). Jangan tunda-tunda, ketika Anda menemukan data atau profil Anda digunakan oleh pihak lain untuk hal-hal di luar kontrol Anda, segeralah bertindak. Membiarkannya, justru akan membuatnya makin berlarut dan berdampak destruktif, setidaknya untuk kenyamanan diri sendiri. Laporkan langsung ke pengelola layanan tempat kejadian 'impersonation', untuk segera mencabut informasi aspal (asli tapi palsu) tersebut. Atau, mintalah bantuan pada orang atau pihak yang sekiranya bisa atau paham bagaimana mengatasi hal di atas.


Firefox Berbahaya Jika Tak Diupdate

Budi Winoto
INILAH.COM, Jakarta- Firefox memiliki lima kali lebih banyak masalah sama seperti Internet Explorer tahun lalu. Tapi Mozilla lebih cepat mengeluarkan tambalan dibanding Microsoft.

Perusahaan keamanan Secunia melaporkan Internet Explorer mengalami 31 masalah pada 2008, sedangkan Firefox 115 dan Safari 32 sementara Opera 30.

Dalam hitungan mengeluarkan tambalan, Mozilla mengeluarkan 3 dari 3 masalah yang ada. Sementara Microsoft hanya mengeluarkan 3 dari 6 masalah yang berhubungan dengan Internet Explorer.

Salah satu ancaman serius pada IE tidak ditambal oleh Microsoft hingga 110 hari setelah diketahui. Sementara menurut Secunia ancaman yang tingkatannya rendah, dibiarkan saja oleh Microsoft.

Menyangkut plug in active –X Microsoft mengalami 366 permasalahan tahun lalu. Sementara Java 54, Quick time 30, Flash 19 dan Firefox Extension hanya, 1 sedangkan Opera Widget tak satupun mengalami masalah.[ito]

VIRUS WARNING
Hi All,

I checked with Norton Anti-Virus, and they are gearing
up for this virus!
Get this E-mail message sent around to your contacts
ASAP.
PLEASE FORWARD THIS WARNING AMONG FRIENDS, FAMILY AND CONTACTS!
You should be alert during the next few days. Do not open any message
with an attachment entitled 'POSTCARD
FROM HALLMARK,' regardless
of who sent it to you. It is
a virus which opens A POSTCARD IMAGE, which
'burns'
the whole hard disc C of your computer.
This virus will be received from someone who has your
e-mail address in his/her contact list. This is the reason
why you need to send this e-mail to all your contacts It is
better to receive this message 25 times than to receive the virus and
open it.
If you receive a mail called' POSTCARD,' even though sent to you by a
friend, do not open it! Shut
down your computer immediately.
This is the worst virus announced by CNN. It has been
classified by Microsoft as the most destructive virus
ever. This virus was discovered by McAfee yesterday, and there is
no repair yet for this kind of virus. This virus
simply destroys the Zero Sector of the Hard Disc, where the vital
information is kept.