Jumat, 17 Juli 2009

Senin, 09 Maret 2009

ARTICLES

Zuckerberg, Si Pembuat Facebook
Kompas, Sabtu, 28 Februari 2009 | 00:09 WIB

Lebih dari seratus juta warga dunia kini keranjingan dengan jaringan sosial di dunia maya, Facebook.com. Lewat situs ini pengguna dapat memperluas pertemanan lintas benua, bahkan kembali ”bertemu” dengan kawan-kawan atau pacar lama yang tidak terlihat lagi seusai perpisahan sekolah.

Presiden AS Barack Hussein Obama bahkan memanfaatkan situs ini sebagai salah satu cara untuk meraih dukungan dalam Pemilihan Presiden AS, tahun lalu. Inilah buah karya Mark Elliot Zuckerberg, seorang keturunan Yahudi AS, salah satu dari tiga pendiri Facebook.

Mengapa Facebook melejit? Pakar teknologi informasi, Dr Linda M Gallant, Asisten Profesor dari Emerson College, Boston, memberi penjelasan, ”Situs internet umumnya menyajikan informasi dan para penjelajahnya hanya menerima apa adanya. Sekarang ini para penjelajah ingin berpartisipasi sebagai pengisi situs. Facebook memenuhi hasrat itu.”

Mengapa Facebook mengejar My Space, situs jaringan sosial terbesar pertama di dunia sebelum April 2008? Keadaan bahkan sudah berubah, Facebook tidak lagi nomor dua sebagaimana ditulis di situs Techcrunch.

Situs Mashable (The Social Media Guide) menyatakan, desain Facebook lebih enak dilihat dan dijelajahi serta menawarkan hal-hal yang lebih riil. Sebagai contoh, Facebook menawarkan orang lain yang kira-kira Anda kenal untuk di-add (ditambahkan) jadi teman. My Space juga menyodori Anda beberapa teman, tetapi termasuk menyodori orang-orang dari negeri antah berantah menjadi teman.

Apa pun latar belakang kemajuan Facebook, nama Zuckerberg sudah melejit ke seluruh dunia seperti meteor. Banyak pengguna Facebook yang merupakan orang-orang elite dunia. Facebook juga menjadi sarana komunikasi para karyawan Toyota, Ernst & Young, dan perusahaan kaliber dunia lainnya.

Siapa Zuckerberg? Dia adalah pemuda berusia 25 tahun dan masih singel, perancang teknologi informasi sekaligus pemuda berjiwa wiraswasta. Saat belajar di Harvard University pada tahun 2004, dia menciptakan Facebook bersama kawannya, Dustin Moskovitz dan Chris Hughes.

Hughes kemudian direkrut Obama saat masih menjadi calon presiden untuk membuat situs barackobama. com.

Di Facebook, Zuckerberg bertanggung jawab untuk urusan garis kebijakan umum dan penyusunan strategi perusahaan yang kini menjadi rebutan para pemasang iklan dan para investor.

Zuckerberg telah mendapat julukan sebagai ”salah satu orang yang paling berpengaruh pada tahun 2008” versi majalah Time. Pada Forum Ekonomi Davos 2009, Zuckerberg termasuk dalam daftar pemimpin muda karena prestasi dan komitmen terhadap masyarakat serta berpotensi menyumbangkan ide untuk membentuk tatanan dunia baru.

Pemuda itu tampil dalam sesi ”Pengalaman Digital Mendatang” pada Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss. Peserta lain yang hadir antara lain Chad Hurley (YouTube), Craig Mundie (Microsoft), Shananu Narayen (Adobe), Hamid Akhvan (T-Mobile), dan Eric Clemmons (Wharton).

Salah satu poin menarik yang diberikan Zuckerberg adalah bahwa lebih dari 100 juta orang secara aktif menggunakan aplikasi bergerak pada Facebook. iPhone Facebook saja telah memiliki 5 juta pengguna aktif bulanan dan Blackberry untuk Facebook memiliki 3,25 juta pengguna aktif bulanan.

Kiprah Zuckerberg lewat Facebook melesat seperti roket. Pada Februari 2004 ketika Zuckerberg meluncurkan program itu, para siswa di AS langsung membuka akun di Facebook dan dari mulut ke mulut menyebar hingga merambah ke sekolah dan universitas lain.

Zuckerberg dan timnya pun kemudian pindah ke Palo Alto, California, dan mulai merangkul investor, seperti pendiri PayPal, Peter Thiel, dan pendiri Napster, Sean Parker.

Pada Agustus 2005 Zuckerberg secara resmi menamakan perusahaannya Facebook. Setelah berhasil mengumpulkan modal 12,7 juta dollar AS, dia mengembangkan perusahaan ke level berikutnya. Situs itu secara bertahap dan konsisten terus memperluas jaringan.

Saat ini ada lebih dari 175 juta pengguna aktif dengan berbagai fasilitas yang ada di situs itu. Facebook kini menjadi situs keempat yang paling sering dikunjungi di dunia.

”Pencuri”

Tentu saja sukses Zuckerberg dibarengi dengan kontroversi. Beberapa teman sekolahnya menuduh dia mencuri ide ConnectU untuk Facebook. Namun, gugatan soal itu ditepis pengadilan. Dia menyebabkan kehebohan karena dianggap ”menjual” data-data pribadi pemilik akun, tanpa menghargai privasi.

Pada tahun 2006 Zuckerberg mencengangkan dunia karena menampik tawaran Yahoo untuk membeli Facebook seharga 1 miliar dollar AS (atau sekitar Rp 12 triliun). Setahun kemudian, Microsoft membeli 1,6 persen saham Facebook seharga 240 juta dollar AS. Kini nilai ekonomi Facebook ditaksir sebesar 15 miliar dollar AS.

Zuckerberg yang lahir dari keluarga dokter yang kaya memiliki 20 persen saham di Facebook senilai 3 miliar dollar AS. Majalah Forbes mendeklarasikan Zuckerberg sebagai miliuner ”self made” termuda di planet ini.

Namun, jangan tanyakan perihal kehidupan pribadinya, tidak banyak yang diketahui. Maklum, ketika di SMA pun dia sudah berkutat dengan urusan komputer. Ketika itu dia ingin membantu jaringan yang dimiliki ayahnya untuk dipertemukan lewat dunia maya.

Kebiasaan ini terus melekat dan dia lupa belajar. Karena urusan komputer dan teknologi informasi inilah dia drop-out dari Harvard.

Entah iseng atau tidak, Facebook kini kebanjiran uang. ”Mengherankan juga, begitu banyak tawaran datang,” kata Zuckerberg kepada Techcrunch pada 7 Desember 2008.

Tidak banyak kalimat lain dari Zuckerberg selain ambisinya terus membuat Facebook senyaman mungkin untuk jadi alat penyatu warga dunia. ”Bukankah kami memiliki situs, yang membuat Anda merasa lebih enak menggunakannya?” ujar Zuckerber.

Hmmm.... Zuckerberg, iya deh!


SENIMAN HEBAT

“Good artists copy, great artists steal.” Begitulah kata pelukis dan pematung asal Andalusia, Spanyol, Pablo Picasso. Ungkapan itu mungkin terkesan naif, tapi begitulah yang kerap terjadi di dunia ini. Banyak bukti yang menunjukkan bahwa banyak seniman atau penemu hebat lahir karena “mencuri” ide. Persis seperti yang dikatakan Picasso.

Kehebatan temuan Steve Jobs dan Bill Gates adalah contoh kecil tentang berlakunya “hukum” Picasso itu. Lihatlah Steve Jobs, bos Apple Inc, saat dia masih muda. Dia baru saja mencukur jenggot lebatnya saat komputer Apple pertama mulai diminati orang. Tapi resep cukur jenggot itu tak langsung melambungkan namanya, juga perusahaannya. Apple tetap secuil kuku dibandingkan dengan IBM, yang dikenal sebagai Raksasa Biru.

Penjualannya baru benar-benar mengguncang daratan Amerika Serikat setelah Steve Jobs dan timnya melahirkan komputer dengan tampilan grafis yang memukau, saat itu. Ya, Macintosh-lah yang telah menuliskan sejarah kehebatan Jobs. Saat IBM atau Altair, penemu komputer meja pertama yang menggandeng Microsoft, menyodorkan tampilan melulu teks yang membosankan, Apple muncul dengan desain grafis cantik. Tinggal klik dengan mouse, semua urusan beres.

Tampilan grafis dan tetikus (mouse) itulah temuan terhebat pertama Jobs. Tapi, tunggu dulu, dua temuan terhebat ini ternyata bukan temuan orisinal Steve Jobs dan gengnya. Mereka menjiplaknya atau mencurinya dari Xerox yang tak memanfaatkan temuan itu. Begitulah menurut film Pirates of Silicon Valley. Film ini diangkat dari buku Fire in the Valley: The Making of the Personal Computer yang ditulis oleh Paul Freiberger dan Michael Swaine.

Begini kisahnya: di sebuah siang, saat matahari menyapa langit San Francisco yang kerap membikin orang menggigil, Jobs dan teman karibnya, Steve Wozniak, serta beberapa programmer Apple Inc duduk bersama. Otak-otak mereka sedang beradu ide untuk melentingkan penjualan komputer dengan sebuah temuan baru. Seperti biasa, Jobs meniupkan dogmanya. “Kita harus menulis ulang sejarah manusia dengan temuan kita.”

Lalu sebuah ide brilian–dan sedikit nakal–menyambar otak mereka. “Mengapa kita tak mengambil ide tampilan grafis Xerox saja,” kata salah satu dari mereka. Lalu mereka pun meluncur ke pusat riset Xerox dan mengantongi temuan yang tak dilirik Xerox itu dengan harga sangat murah.

“Good artists copy, great artists steal,” kata Jobs menirukan ucapan Picasso. Sejak itulah kejayaan komputer Apple dengan cita rasa seni tinggi berkibar-kibar.

Bill Gates dan Microsoft saat itu masih remah-remah. Mereka tak bisa mengalahkan nilai seni–serta uang–Apple Inc. Keadaan itu baru berbalik setelah Bill Gates “mencuri” ide Apple tentang tampilan grafis dengan melahirkan Windows. Era Windows adalah titik kebangkitan Microsoft.

Kini orang terkesima kepada seniman hebat yang juga “pencuri”. Ia adalah Cina. Negeri ini kerap dicemooh sebagai tukang jiplak. Apa saja ditiru, dari yang kecil-kecil, seperti peniti dan jepit rambut, hingga kacamata Oakley, tas Gucci, dan mobil. Tapi lihat apa yang dilakukan Cina. Kini mereka menjadi eksportir terbesar di dunia. Juli lalu, menurut Guardian, nilai ekspor Cina mencatat rekor tertinggi, naik 16,8 persen dibanding tahun sebelumnya.

Apa kita harus jadi “pencuri” agar jadi seniman hebat? ( Burhan Sholihin ).


HOUSE OF SAMPOERNA menjadi ikon wisata Surabaya

Letaknya cukup ''nyelempit' ' di antara permukiman penduduk. Tapi, House of Sampoerna (HoS) cukup dikenal, terutama di Surabaya. Tempat itu adalah gabungan galeri seni, kafe, dan museum berisi memorabilia keluarga Sampoerna. Bekal bangunan berarsitektur indah dan sejarah keluarga yang kuat dimanfaatkan maksimal oleh Albert Wibisono.

Apakah sejak awal HoS dirancang dengan konsep seperti ini?

Sebenarnya tidak. Jadi begini, tempat ini dulu bernama Plant Taman Sampoerna. Dipakai untuk tempat produksi dan kantor marketing area Surabaya. Pada 2002, tempat ini direstorasi. Rencananya untuk tempat kunjungan mahasiswa. Biasa kan, banyak mahasiswa yang melakukan company visit ke suatu perusahaan.

Nah, karena banyak. Kami tidak mungkin menerima semuanya di pusat kami di Rungkut sana. Nanti kami tidak bisa bekerja karena menerima mereka terus-menerus. Hehehehe. Akhirnya, diputusin untuk merenovasi tempat ini. Nanti, semua company visit diarahkan ke sini.

Mengapa sekarang konsep tersebut berubah?

Nah itu. Kabar restorasi terdengar oleh Bu Katie Sampoerna, istri Pak Putera Sampoerna. Beliau termasuk orang yang tidak mau yang setengah-setengah. Akhirnya, daripada hanya dibuat company visit, dia minta dibikin sesuatu yang jauh lebih bagus.

Pokoknya, kalau sama Bu Katie, tidak ada yang namanya biasa-biasa saja. Karena beliau orangnya artistik. Akhirnya, jadilah bangunan House of Sampoerna yang seperti ini. Saat restorasi berjalan, saya diminta mengurusinya. Saat itulah saya putuskan untuk menjadikan HoS sebagai tempat wisata di Surabaya.

Apa pertimbangannya?

Sebelum bergabung dengan Sampoerna, saya sempat menjadi dosen di Universitas Surabaya (Ubaya). Saya yang merintis program international village. Karena itu, saya sering mendapat tamu dari luar negeri. Waktu itu, saya sempat kesulitan mengajak mereka keliling Surabaya. Sebab, tidak ada objek wisata yang cukup menarik di sini.

Tempat wisata alam tidak ada. Pantai, Anda tahu sendiri bagaimana. Nah, berbekal pengalaman itulah saya pikir kenapa tidak bikin museum aja. Tapi, yang memiliki konsep jelas. Nah, keluarga Sampoerna sudah punya bekal yang bagus. Bangunan mereka ada. Mereka juga punya sejarah yang bagus tentang bagaimana mengembangkan pabrik rokok yang kecil menjadi besar seperti sekarang dalam waktu yang cukup panjang.

Anda yakin konsep tempat wisata seperti itu bisa berhasil, mengingat Surabaya memiliki banyak museum tapi sepi pengunjung?

Memang berat ya. Tapi, saya yakin bisa. Apalagi, saya mendapat dukungan Pak Angky Camaro (sekarang Presdir PT HM Sampoerna). Beliau bilang, wis ndak papa. Kamu bikin aja. Paling tidak, ada saya dan tamu-tamu saya yang nanti berkunjung. Hehehe. Ternyata, sampai sekarang, tamu perusahaan hanya 5 persen dari total pengunjung HoS. Saya rasa, masyarakat Surabaya lah yang berperan besar mengembangkan HoS.

Apa beda HoS dengan museum lainnya?

Kemasan dan pelayanan. Itu kuncinya. Bagaimana kita mengemas benda yang dipamerkan beserta ceritanya. Agar ketika orang melihat, tahu kenapa benda itu bersejarah. Jadi, tidak hanya asal taruh. Mesin ketik kuno, misalnya. Kalau cuma dipajang, orang tidak akan tertarik. Tapi, kalau diberi kisahnya, apa saja yang terlahir dari mesin ketik itu, mereka akan menjadi semakin menarik. Lalu, pelayanan. Kami berusaha memberikan pelayanan semaksimal mungkin. Kami juga punya staf yang setiap saat siap membantu pengunjung museum.

Apakah galeri seni, kafe, dan toko suvenir juga masuk dalam rencana awal?

Pasti. Sekarang kita pakai logika saja. Kalau kita mengunjungi tempat wisata. Apa yang harus ada? Sesuatu untuk dilihat kan? Nah, kami sudah punya bangunan yang begitu indah dan bernilai sejarah. Lalu, benda-benda bersejarah milik keluarga. Itu kan bisa dinikmati. Agar bervariasi, ditambah galeri seni.

Setelah melihat-lihat, orang pasti lapar. Makanya, ada kafe. Biasanya, kalau hendak pulang, orang pasti ingin suvenir dari tempat itu kan? Itu kami penuhi dengan toko suvenir. Jadi, semua kami padukan di sini.

Sejak awal, HoS memang tidak ditujukan untuk mencari keuntungan. Karena itu, museum tidak mengutip biaya masuk. Karena itu, biaya operasionalnya kami ambilkan dari pemasukan kafe dan toko suvenir.

Apakah benda yang dipamerkan di museum akan terus diperbarui?

Kami memang punya satu orang yang diberi tugas sebagai history researcher. Sebab, kita tahu, berapa puluh tahun sudah generasi Sampoerna ini berkembang. Tapi, kalau benda, kami tidak secara khusus mencari. Malah, ada sebagian masyarakat yang peduli pada museum kami dan menyumbangkan koleksi mereka yang berkaitan.

Misalnya, pemutar piringan hitam. Itu milik seorang kolektor yang diserahkan kepada kami setelah melihat tulisan Sampoerna Theater di baliknya. Lalu, ada pita cukai yang merupakan koleksi pencinta produk Sampoerna. Yang begitu itulah yang membantu kami berkembang dan bertahan sampai sekarang. [any rufaidah/dos - Jawapos]

Menuju Indonesia sejahtera, maju dan bermartabat!

HOT INFO

HATI-HATI !! / BACA TERM & USERNYA FACE BOOK DULU
Pada beberapa seminar yang saya bawakan, saya selalu
menyampaikan masalah ketidakmauan pengguna membaca End User
License agreement / Term of use sebuah produk baik software
gratis, berbayar maupun layanan gratis di internet seperti
ymail, gmail (email); Friendster dan yang terakhir booming
Facebook sebelum menggunakan produk/layanan tersebut.
Kemudian seorang teman di milis yang 'iseng'
membaca term of use dari layanan Facebook baru menyadari
'bahaya' yang ditimbulkan kemudian hari:
Beberapa waktu yang lalu saya iseng-iseng baca term of
use-nya Facebook, dan saya cukup kaget dengan apa isi bagian
yang saya baca. Bila anda punya account Facebook dan pernah
upload gambar, maka anda telah setuju dan menandatangani
kontrak (secara digital tentunya), untuk setuju dengan apa
yang dituliskan di dalam perjanjian dengan facebook. Siapa
dari anda yg pernah baca bagian yang panjang dan kadang
menyesatkan ini??. Langsung aja, tepatnya di bagian: User
Content Posted on the Site di paragraf yang kedua, isinya
sebagai berikut:
"When you post User Content to the Site, you authorize
and direct us to make such copies thereof as we deem
necessary in order to facilitate the posting and storage of
the User Content on the Site. By posting User Content to any
part of the Site, you automatically grant, and you represent
and warrant that you have the right to grant, to the
Company an irrevocable, perpetual, non-exclusive,
transferable, fully paid, worldwide license (with the right
to sublicense) to use, copy, publicly perform, publicly
display, reformat, translate, excerpt (in whole or in part)
and distribute such User Content for any purpose,
commercial, advertising, or otherwise, on or in connection
with the Site or the promotion thereof, to prepare
derivative works
of, or incorporate into other works, such User Content, and
to grant and authorize sublicenses of the foregoing. You may
remove your User Content from the Site at any time. If you
choose to remove your User Content, the license granted
above will automatically expire, however you acknowledge
that the Company may retain archived copies of your User
Content. Facebook does not assert any ownership over your
User Content; rather, as
between us and you, subject to the rights granted to us in
these Terms, you retain full ownership of all of your User
Content and any intellectual property rights or other
proprietary rights associated with your User Content."
Kurang lebih intinya adalah: "Saat anda posting
sesuatu baik gambar atau apapun ke facebook, maka anda
mengizinkan facebook untuk mengcopy untuk tujuan apapun.
Dengan memposting sesuatu ke facebook maka secara otomatis
anda telah memberikannya kepada facebook
dimana, tidak dapat ditarik kembali, terus menerus, non
eksklusif, dapat dipindahtangankan, dianggap lunas, utk
dipergunakan dimanapun diseluruh dunia, untuk dicopy,
ditampilkan pada publik, reformat, dikutip (seluruhnya atau
sebagian) dan didistribusikan untuk tujuan apapun, secara
komersial, iklan, dsb. Jika anda memutuskan untuk
menghapusnya, facebook dapat menyimpan copynya dan
mempergunakannya untuk tujuan
apapun."
Apakah anda siap memberikan foto-foto atau apapun yang anda
posting untuk digunakan demi tujuan apa saja oleh facebook??
Sudahkah anda membaca "perjanjian" yang disediakan
oleh layanan gratis lainnya yang anda gunakan seperti email
di yahoo dan gmail?
(Penulis: CAHYO DARUJATI Solution Architech Ronar.Net,
email cahyo@ronar. net)

HATI - HATI BILA MEMASANG PROFIL DAN DATA PRIBADI DI FACEBOOK

Kasus


Tulisan ini sengaja saya buat dan saya titipkan ke detikINET, karena ada satu kasus yang langsung menimpa salah satu mahasiswi saya di sebuah perguruan tinggi swasta tempat saya mengajar. Si mahasiswi tersebut belum lama berselang mengadukan kisahnya kepada saya bahwa hampir tiap saat dirinya melalui ponsel dihubungi orang yang tidak dikenal, bahkan di tengah malam sekalipun.

Setelah saya gali informasi lebih lanjut, ternyata saya temukan bahwa data dirinya di Facebook, entah oleh siapa, di-copy dan dijadikan sebuah blog di Blogspot.com. Blog tersebut seolah-olah dikelola langsung oleh si mahasiswi tersebut. Inilah yang disebut dengan kasus 'impersonation'

Bahkan si pelaku (impersonator), memindahkan sebagian foto-foto si mahasiswi tadi dari Facebook ke sebuah situs penyimpanan foto gratisan, imageshack.us. Isi blog tersebut, cenderung berupa pencemaran nama baik dan melecehkan martabatnyat sebagai wanita.

Celakanya lagi, di blog tersebut dicantumkan pula nomor ponsel yang sehari-hari digunakan oleh mahasiswi tersebut. Maka, hampir tiap saat dia harus menjelaskan bahwa dirinya bukanlah seperti apa yang tertulis di blog pada setiap penelpon yang masuk.


Penyelesaian

Kasus ini agak rumit, karena tempat si impersonator meletakkan data-data dan foto-fotonya berada di luar ranah Indonesia. Tetapi upaya tetap harus dilakukan. Di blogspot.com atau blogger.com, ada fasilitas untuk melakukan 'flag blog', dengan pilihan 'impersonation' . Kita harus meng-attached hasil scan KTP atau SIM yang dapat membuktikan bahwa kita adalah korban dari pelaku impersonation.

Setelah kita men-submit, maka kita tinggal menunggu keputusan dari pengelola layanan blog tersebut untuk mencabut atau menghapus alamat blog yang menjadi keberatan kita.

Pun setali tiga uang dengan foto-foto yang terlanjur tersimpan di imageshack. Ada fitur untuk melaporkan dan meminta penghapusan foto-foto yang kita anggap materi berhak cipta, mengandung unsur pornografi ataupun kekerasan. Asumsinya, foto yang diambil dari akun Facebook kita tanpa seijin kita, adalah foto yang melanggar hak cipta.

Pencegahan

Agar kasus tersebut tidak terulang kepada siapapun, maka ada baiknya langkah-langkah pencegahan berikut ini bisa dijalankan ketika di dunia Facebook:

1). Jangan terlalu lengkap memasang profil atau data diri di Facebook. Tentunya semakin lengkap profil/data diri terpasang, semakin mudah mendapatkan teman. Tetapi di sisi lain, semakin beresiko pula data diri kita disalah-gunakan (abused)

2). Jangan memasang foto-foto diri Anda yang sekiranya Anda sendiri tidak akan merasa nyaman apabila foto tersebut tersebarluaskan secara bebas. Ingatlah, walau foto tersebut "hanya" diposting di akun Facebook Anda, sebenarnya itu sama saja dengan menyebarlukaskan foto tersebut ke publik. Sekali terposting dan tersebar, maka sangat sulit (dan nyaris mustahil) Anda bisa mencabut foto Anda dari Internet. Maka, selektiflah dalam berpose dan memposting foto Anda.

3). Jangan sembarangan 'add friend' atau melakukan approval atas permintaan seseorang untuk menjadi teman Anda. Cara memilah dan memilihnya mudah, yaitu lihat saja berapa jumlah "mutual friends" antara Anda dengan seseorang tersebut. Semakin sedikit "mutual friends"-nya, berarti semakin sedikit teman-teman Anda yang kenal dengan dirinya, yang berarti semakin beresiko tinggi. Pastikan Anda hanya menerima "pertemanan" yang "mutual friends"-nya cukup banyak.

4). Jangan sembarangan menerima tag photo. Bolehlah kita "banci tagging", tetapi berupayalah lebih selektif. Artinya, sekali Anda terjun ke Facebook, rajin-rajinlah memeriksa "keadaan sekeliling". Karena kita kadang menemukan foto diri kita yang di-upload dan di-tag oleh orang lain, padahal kita tidak suka foto tersebut disebarluaskan. Segera saja kita "untag" diri kita dari foto tersebut dan kalau perlu minta teman kita yang melakukan upload foto tersebut untuk mencabutnya.

5). Jangan tunda-tunda, ketika Anda menemukan data atau profil Anda digunakan oleh pihak lain untuk hal-hal di luar kontrol Anda, segeralah bertindak. Membiarkannya, justru akan membuatnya makin berlarut dan berdampak destruktif, setidaknya untuk kenyamanan diri sendiri. Laporkan langsung ke pengelola layanan tempat kejadian 'impersonation', untuk segera mencabut informasi aspal (asli tapi palsu) tersebut. Atau, mintalah bantuan pada orang atau pihak yang sekiranya bisa atau paham bagaimana mengatasi hal di atas.


Firefox Berbahaya Jika Tak Diupdate

Budi Winoto
INILAH.COM, Jakarta- Firefox memiliki lima kali lebih banyak masalah sama seperti Internet Explorer tahun lalu. Tapi Mozilla lebih cepat mengeluarkan tambalan dibanding Microsoft.

Perusahaan keamanan Secunia melaporkan Internet Explorer mengalami 31 masalah pada 2008, sedangkan Firefox 115 dan Safari 32 sementara Opera 30.

Dalam hitungan mengeluarkan tambalan, Mozilla mengeluarkan 3 dari 3 masalah yang ada. Sementara Microsoft hanya mengeluarkan 3 dari 6 masalah yang berhubungan dengan Internet Explorer.

Salah satu ancaman serius pada IE tidak ditambal oleh Microsoft hingga 110 hari setelah diketahui. Sementara menurut Secunia ancaman yang tingkatannya rendah, dibiarkan saja oleh Microsoft.

Menyangkut plug in active –X Microsoft mengalami 366 permasalahan tahun lalu. Sementara Java 54, Quick time 30, Flash 19 dan Firefox Extension hanya, 1 sedangkan Opera Widget tak satupun mengalami masalah.[ito]

VIRUS WARNING
Hi All,

I checked with Norton Anti-Virus, and they are gearing
up for this virus!
Get this E-mail message sent around to your contacts
ASAP.
PLEASE FORWARD THIS WARNING AMONG FRIENDS, FAMILY AND CONTACTS!
You should be alert during the next few days. Do not open any message
with an attachment entitled 'POSTCARD
FROM HALLMARK,' regardless
of who sent it to you. It is
a virus which opens A POSTCARD IMAGE, which
'burns'
the whole hard disc C of your computer.
This virus will be received from someone who has your
e-mail address in his/her contact list. This is the reason
why you need to send this e-mail to all your contacts It is
better to receive this message 25 times than to receive the virus and
open it.
If you receive a mail called' POSTCARD,' even though sent to you by a
friend, do not open it! Shut
down your computer immediately.
This is the worst virus announced by CNN. It has been
classified by Microsoft as the most destructive virus
ever. This virus was discovered by McAfee yesterday, and there is
no repair yet for this kind of virus. This virus
simply destroys the Zero Sector of the Hard Disc, where the vital
information is kept.

Rabu, 18 Februari 2009

NEWS ART EVENTS





















THE BEPPU ASIA BIENNALE

OF
CONTEMPORARY ART 2010

for International Entries
Exhibition 24 jan - 23 feb 2010 at Beppu Art Museum Japan.
Office Beppu Art Museum
1 - 1 Shoningahama-cho.
Beppu, Oita 874-0023 Japan
Tel/fax : 81-977-67-0189
E-mail : art.mus@city.beppu.oita.jp
URL:http://www.city.beppu.oita.jp/51englishpage/index.html

Senin, 16 Februari 2009

O.O NEWS UPDATE

SALIHARA
Minggu 8 Maret 09

16.50 PM

























PICTURA GALLERY ( Radio Dalam )
Kamis, 20 Februari 09

17.15 PM
Hujan semakin deras dan tidak ada tanda akan henti, namun pembicaraan kami bertiga ( Krishna, Gogor dan William ) semakin hangat saja. Tiba - tiba Hp William bunyi dan terlihat terjadi pembicaraan serius, William mengatakan bahwa Anton ( Anton Larenz , penulis ) akan datang . Kami memang janjian dengan Anton dan meeting point kami adalah Pictura Galeri di Radio Dalam. Anton terlihat sangat menjaga komitmen , Dia tetap datang dengan menggunakan ojek motor. Terasa hangat ketika Anton tiba dan langsung menyapa kami satu - persatu , " hai, apa kabar ? " sambil tangannya melipat jas hujan yang basah dan kami langsung menuju ke lantai dua. Sambil menghirup kopi dan sesekali menghisap rokok , Anton memperhatikan konsep O.O ART PROJECT yang ada di tangannya " wah ini menarik dan serius sekali " Ia bercerita tentang teman - temannya yang ada di belahan dunia yang lain aktif melakukan art project seperti yang kami lakukan . Pesannya , 2009 adalah tahun yang teramat sulit . kami harus berani melewatinya dengan kerja keras dan semangat yang tinggi. Penting bagi kami untuk aktif memperluas jaringan serta cerdik melihat peluang yang ada.

19.35 PM
Bersama - sama kami berangkat ke Edwin's Gallery di Kemang untuk melihat pameran tunggal Bunga Jeruk.

Sabtu ,14 Februari 09


16.47 PM

Kencan pertama kami ( William, Gogor, Krishna dan Purwanto ) dengan Pak Merwan Yusuf ( Kurator seni ) terjadi di mall apartemen Belagio Mega Kuningan ( cafe Amigos ). Awalnya pembicaraan masih seputar kondisi seni rupa sekarang dan perkembangan seni kontemporer kedepan. Pembicaraan menjadi semakin menarik ketika beralih ke konsep karya kami masing - masing dan rencana project kerja bareng O.O ART PROJECT. Beliau sangat antusias dan membakar semangat kami untuk maju dan berani masuk ke arus utama perkembangan seni kontemporer di indonesia. Dengan sangat bijak Pak Merwan berpesan agar kami mau bersikap, konsisten dan berani tampil beda untuk memperkaya perkembangan seni di Indonesia khususnya.

20.35 PM

Dokter Andi Hudono SPOG ( Kolektor seni ) datang bergabung dan mengundang kami melanjutkan diskusi di apartemennya lantai 27 sambil melihat koleksi lukisan dan benda seni Beliau .

CONCEPT






EVENT O.O ART PROJECT

On progres

ADIKARA PROFILE











ADIKARA ART WORKS













" Perjanjian" 180 X 140 Cm, AOC, 2009














Tanda Melanda , 180 X 140, AOC, 2009














Sepeda ojek, 123 X 102 Cm, AOC, 2009














Penabuh, 170 X 130 Cm, AOC, 2009














Pembawa Kuali, 155 X 115 Cm, AOC, 2009












Menunggu Tumbuh, 140 X 180 Cm, AOC, 2009











Didepan Benih,AOC, 2009
















GOGOR PROFILE

GOGOR ART WORKS

" Mulai hari "
120 X 120 Cm, Acrylic on canvas, 2008



" Bayangan "
120 X 120 Cm, Acrylic on canvas, 2008


" Pohon "
120 X 120 Cm, Acrylic on canvas, 2008


" Ruang Cahaya dan Bayangan "
150 X 150 Cm, Acrylic on canvas, 2008








" Dave "
120 X 120 Cm, Acrylic on canvas, 2008


" Mencari Jalan Sendiri "
120 X 120 Cm, Acrylic on canvas, 2008



KRISHNA PROFILE

KRISHNA ART WORKS



" IN BALANCE "
Video Art 2009


" Stairway I "
145 X 195 Cm, Oil on canvas, 2008


" Green Buddha "
75 X 100 Cm, Oil on canvas, 2009


" Stairway II "
145 X 195 Cm, Oil on canvas, 2008


" Golden Buddha "
145 X 195 Cm, Oil on canvas, 2009


" Tauching "
75 X 100 Cm, oil on canvas, 2008


" Blessing " ( on progres )
145 X 145 Cm, oil on canvas, 2008

PURWANTO PROFILE

PURWANTO ART WORKS

" The Birth of Eva "
160 X 200 Cm, oil on canvas, 2008



" I Love Sale "
200 X 160 Cm, oil on canvas, 2008


" I Have a Big Banana "
200 X 160 Cm, oil on canvas, 2008


" Supar(ah)man "
180 X 140 Cm, oil on canvas,2008


" Body Oetomo "
130 X 110 Cm, oil on canvas, 2008


" The Smoker "
160 X 200 Cm, oil on canvas, 2008


" Diving "
60 X 40 Cm, oil on canvas, 2008

WILLIAM PROFILE




WILLIAM ART WORKS

" Momentum "
150 X 150 Cm, mixed media on canvas, 2008


" Endless no. II "
150 X 150 Cm, mixed media on canvas, 2008


" Endless no. I "
150 X 150 Cm, mixed media on canvas, 2008



" Endless no. VI "
150 X 150 Cm, mixed media on canvas, 2008



" Endless no. XI "
150 X 150 Cm, mixed media on canvas, 2008


" Cances "
150 X 150 Cm, mixed media on canvas, 2008